Langsung ke konten utama

Sebuah Ayunan #3

'RAKA'

Pagi ini aku menggantikan papa ku untuk menjaga mama yang sedang terbaring lemah di rumah sakit. Sudah 3 hari ini mama di rawat karena menderita penyakit tipes. Menjelang siang hari, perut ini sudah mulai meraung-raung meminta jatah makan. Akhirnya dengan terpaksa aku meninggalkan mama sebentar untuk pergi ke kantin dan membeli sedikit makanan. Ku lewati lorong rumah sakit yang mulai ramai oleh para penjenguk. Disebelah kanan dan kiri koridor terdapat sebuah taman yang cukup luas, biasanya banyak pasien yang diajak duduk ditaman itu agar mereka tidak jenuh berada dirumah sakit.

Ekor mata ku menangkap bayangan seorang gadis yang sedang duduk di kursi roda sambil melihat kolam ikan yang ada di tengah-tengah taman itu. Apa aku tidak salah lihat? Gadis itu benar-benar mirip sekali dengannya. Sunni!!

Dengan perasaan sedikit ragu, ku dekati gadis itu hanya sekedar ingin memastikan, apakah dia benar-benar Sunni, pujaan hati ku yang selama ini ku tungggu kehadirannya. Aku berdiri sekitar 10 meter dari tempatnya berada, sebelum aku menegurnya, ia memutar kursi rodanya, dan kini terlihatlah raut wajah pucat terkejutnya dengan mata yang sedikit membesar. Dan... Astaga! Dia benar -benar Sunni! Tuhan, hari apa ini?! Apa harus dalam keadaan seperti ini aku bertemu dengannya?

"Sunni..." hanya itu yang dapat aku ucapkan.

"Raka..."

Aku langsung memeluknya setelah ia menyebut nama ku. Terdengar isak tangisnya pecah di pundak ku.

"Sunni, gue kangen banget sama lu." tak terasa aku juga meneteskan air mata rinduku padanya yang selama beberapa tahun terakhir ini kupendam. Aku memeluknya semakin erat.

"Gue juga kangen sama lu Ka." ia pun membalas pelukan ku.

Setelah suasana mulai mencair, aku mengajak Sunni ke kamar mama dirawat, dia bilang ingin menjenguk mama, dan dengan senang hati ku bawa ia bersama kursi rodanya ke kamar mama. Ternyata reaksi mama juga sama sepertiku, ia juga merindukan Sunni. Mereka berdua terlihat akrab sekali. Dan aku benar-benar tidak menyangka jika hari ini aku akan bertemu dengannya di rumah sakit ini. Disela-sela obrolan mereka, Sunni mengeluh sakiit kepala, jadi mama menyuruh ku mengantarnya ke ruang rawatnya. Awalnya ia menolak, tapi aku memaksa karena wajahnya benar-benar terlihat pucat dan menahan sakit, dan akhirnya ia mengizinkan aku untuk mengantarnya. Terbesit dibenakku ingin mengetahui penyakit apa yang diderita Sunni, karena dari saat kami bertemu ia selalu menjawab bahwa ia hanya sakit biasa ketika kutanya dia sakit apa.

Ia menunjukkan jalan kemana aku harus mendorong kursi rodanya. Aku agak bingung saat kami melewati sebuah pintu yang bertuliskan 'ruangan khusus penderita kanker'.

"Kita mau kemana Sun? Mau jenguk siapa?" tanya ku penasaran. Tapi ia hanya dia saja. Beberapa saat kemudian ia menyuruh ku berhenti didepan sebuah pintu dengan tulisan 'ruangan pasien kanker perut'.

"Ini ruangan gue dirawat Ka..." suara Sunni pelan.

Sekejap kurasakan jantungku seperti tidak berhenti berdetak. Astaga. Laki-laki macam apa aku ini?! Pacar ku sakit tapi aku tidak tahu!

Kurang lebih 2 jam Sunni menceritakan perjalanan hidupnya selama beberapa tahun belakangan ini setelah perpisahan kami malam itu. Ingin rasanya aku berteriak sekuat tenaga, meneriaki bodohnya diriku selama ini yang tidak peka terhadap keadaan sekitarku. Tapi semua ini sudah terjadi, aku hanya bisa memperbaiki hubungan ini saja.

Sejak hari pertemuan ku dengan Sunni 2 hari lalu, aku berjanji akan menemaninya setiap saat selagi aku bisa menjaganya. Aku benar-benar tidak ingin kehilangannya untuk yang kedua kalinya.

Komentar

Popular

CEPU

CEPU , setau gue itu adalah nama sebuah kecamatan yang ada di kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sayangnya gue lagi ga ngomongin tentang CEPU kecamatan, tapi arti lain dari kata CEPU jaman sekarang. Gue sendiri pun ga tau pasti kepanjangan CEPU itu apa. Awalnya gue berpikir kalo CEPU itu saudara kembarnya si CUPU , jadi gue kira kepanjangannya CEPU itu CELEN PUNYA , dan disitu gue merasa bodoh banget -_- karna ternyata CEPU itu istilah bukan kepanjangan. Huft banget -_- Sebenarnya CEPU itu masih masuk kedalam golongan manusia, tapi golongan manusia ‘muka dua’ . CEPU itu artinya: orang/teman/sahabat yang mementingkan dirinya sendiri, dan melakukan berbagai macam cara agar kepopularitasannya bertambah, meskipun harus mengorbankan orang-orang terdekatnya seperti teman/sahabat. CEPU termasuk orang yang berbahaya. Sebagian orang berpendapat kalau CEPU itu harus dimusnahkan. Sebenernya gue kurang setuju, bagaimana pun juga CEPU tetap manusia punya rasa punya hati (kaya...

CABE VS TERONG

Ok sip, kali ini gue akan bahas sesuatu yang lagi jadi trend saat ini. Yaitu CABE . Pada tau ga? Pasti pada tau dong. Lagi naik daun gitu loh (iklan teh pucuk kali.. haha). Cabe yang mau gue bahas sekarang bukan cabe sembarang cabe loh. Ga cuma ‘ Hot ’ tapi juga bikin batuk kalo salah beli (hayo pikirannya yaaa -_-) hahaha. Awalnya gue ga tau soal cabe-cabean. Kalian tau ga, gue tau soal cabe-cabean dari siapa? Dari TUKANG SAYUR di pasar!! Bayangin, sebelum gue tau, itu tukang sayur udah tau duluan. Astagfirullah -_- jadi awalnya gini. Waktu itu ibu gue mau bikin sambel, kebetulan stok cabe (cabe asli loh =_=) di kulkas (nah kan, ga mungkin gue simpen cabe-cabean dikulkas ;) udah abis, jadi beliau minta tolong gue buat beli cabe dipasar. Pas gue sampe pasar, warung yang didepan udah pada tutup (karna posisinya waktu itu udah siang menjelang sore) akhirnya gue beli dibelakang pasar, di warungnya Parimin (bukan nama sebenarnya). Gue : “bang, beli cabe merah 5 ribu sama cabe ra...

Waktu Yang Akan Menjawab

Bismillahirrahmanirrahim. Waktu itu terus berjalan sepanjang waktu. Siang berganti malam, malam berganti pagi dan pagi berganti siang. Berjalan hingga membentuk sirkulasi roda kehidupan. Terkadang, kita lupa untuk bersyukur. Tatkala kita sedang bergembira atas sesuatu, pasti setidaknya kita pernah lupa bersyukur, meski tidak setiap waktu.

C.U.R.H.A.T

Harus kah gue sedih hari ini? Harus kah gue menyesal dengan semua yang terjadi hari ini? Satu lagi.. Harus kah gue galau? :'( Gue ga tau harus gimana lagi. Di bilang hari paling sial, engga juga (kayaknya setiap hari ada aja deh sialnya -_-) Apa gue harus nangis? (please, pantang nangis!) Kalo engga semua terus gue harus ngapain? kasih gue saran dong my bloooog! (blog lu itu ga bisa ngomong dodol >> 'oh iya lupa -_-') Dan sepertinya gue mulai gila dengan semua keadaan ini. Hari ini semua orang nyuekin gue. Tanpa terkecuali si doi. Dan gue bener-bener sadar kalo ada pepatah yang nancep banget dihati gue >> "Abis manis jadi sepet terus dibuang" sial emang -_- Iya gue tau gue bukan siapa siapa di mata mereka. Tapi gue lebih sadar lagi, mereka ga akan jadi siapa siapa tanpa gue hehe (harusnya semua orang yang lagi galau berpikiran seperti itu, supaya persentase orang galau di Indonesia bahkan di dunia berkurang hihi :D) Curhat? Kayaknya gue akan ...

Jodoh di Tangan Tante Mia

Assalamualaikum, selamat ( jawab sendiri ya, haha ) Tadinya gue ga jadi nge-post cerita ini, soalnya mirip sama cerita senior gue. Tapi setelah gue pikir-pikir, mirip itu ga berarti sama kan? Jadi boleh dong gue posting? haha Jadi lah akhirnya gue posting nih cerita, haha *piiiss buat abang yang tersebut #itu juga kalo ente baca wkwkwk. Ini cerita nyata yang gue alamin sendiri. Coba dibaca aja dulu ya ceritanya, jangan cuma judulnya doang yang dibaca abis itu lu pada ngacir haha :D Langsung aja yak. ~ii~ Kalo ga salah ( berarti bener ) waktu itu hari Senin, saat gue lagi asik baca buku, tiba-tiba hp gue mengeluarkan bunyi nada dering nokia tune, yang menandakan kalo ada sms masuk. Dengan cepat gue baca isi sms nya yang berbunyi "Hai indri, lagi apa?" dan dengan polos ( intinya sih bego ) nya, gue bales "Lagi belajar bege! Pake nanya lagi!" dan ga sampai semenit, itu nomer bales sms gue lagi, dan ga kalah polosnya sama gue, dia bilang "K...