Langsung ke konten utama

Dentingan Piano #2

Pagi ini aku bangun agak siang, pukul 09:00. Seperti pagi-pagi yang lalu, saat aku terbangun, hal pertama yang aku cari adalah kalender. Hari ini tanggal 20 April 2014, dan aku ingat sesuatu. Yap, aku harus segera menyelesaikan tulisan ku, karena deadline ku sampai tanggal 25 April. Sebenarnya masih lama, karena sedikit lagi hampir selesai, tapi aku lebih suka jika pekerjaan ku selesai sebelum deadline, paling tidak aku punya waktu yang benar-benar luang. Aku ingin refreshing. Jadi ku targetkan hari ini tulisan ku selesai. Jadi aku bisa liburan selama 5 hari.
Pukul 17.20 akhirnya tulisan ku selesai. Bunyi bel membuat ku buru-buru membereskan laptop dan kertas-kertas yang berserakan dilantai. Ku buka pintu apartemen, ternyata itu ka nina. Ku lihat dia membawa beberapa kantong plastik ukuran besar berlabel logo sebuah supermarket tempat kami sering belanja kebutuhan pokok.
“sini kak aku bantu. Kok tumben belinya banyak banget?”
“iya, nanti malem bayu mau kesini”
Mas bayu, pacar ka nina. Beruntungnya ka nina punya pacar yang baik, tampan, dan setia seperti mas bayu. Mereka sudah pacaran sejak masih kelas satu SMA. Sedangkan aku, tidak jelas hubungan ku sampai hari ini.
Ku bantu ka nina membereskan belanjaan. Dan setelah beres, aku mandi. Ku setel shower dengan suhu air yang hangat agar membuat ku kembali fresh. Samar-samar, ku dengar dentingan piano mengalun lembut, memainkan lagu yang berjudul ‘lagu rindu’ yang di nyanyikan oleh bang kerispatih. Sesaat aku tersadar. Lagu itu adalah lagu yang harus aku hafal kan dahulu. Ya, dulu bima menyuruhku untuk menghafalkan lagu itu. Tapi siapa yang memainkannya? Ka nina? Ah tidak mungkin, pasti itu mas bayu. Pasti mas bayu sudah datang. Mas bayu bisa memainkan piano. Tapi kenapa harus lagu itu? Ah iya, aku ingat. Gara-gara aku tidak jadi memainkan piano kemarin, buku lagunya masih memperlihatkan lagu itu. Aku lupa menutupnya kembali.

Keluar dari kamar mandi, ku usap-usap kepala dan rambut sebahu ku yang masih basah dengan handuk putih bermotif kartun keroppi kesukaan ku sambil berjalan menuju dapur karena aku mencium aroma masakan yang membuat ku lapar.
“wiihh asik ka nina masak steak. Aku makan ya ka” kataku sambil mengambil garpu dan siap menyantap daging steak.
“iiih nanti dulu, ajak tamu nya makan juga dong. Masa makan sendiri” kata ka nina sambil mengambil garpu yang aku pegang.
“iya deehh” kata ku sambil memonyongkan bibir.
“ga usah manyun kali. Tinggal ajak makan aja susah banget” kata ka nina sambil senyum senyum.
Ku tinggal kan ka nina di dapur, aku berjalan menuju ruang tamu. Terlihat seseorang pria berambut agak cepak duduk di depan piano mengenakan kemeja biru kotak-kotak yang dipadukan dengan sweater lengan buntung, tapi wajahnya tidak terlihat karena dia duduk membelakangi ku. Sekilas aku merasa bahwa itu tidak seperti perawakan mas bayu. Tapi aku tidak berpikir macam-macam lagi, karena perutku sudah sangat lapar.
“mas bayu, makan yuk. Ka nina udah selesai masaknya tuh. Zizi udah laper banget nih”
Tidak ada jawaban. Setelah beberapa menit aku menunggu jawaban mas bayu, tapi mas bayu tidak merespon ajakan ku. Aku bingung.
“mas, kenapa? Kok diem aja sih? Mas ga laper ya?” tanya ku penasaran.
Dia tetap tidak merespon. Perlahan lahan ku dekati mas bayu. Semakin dekat, dan aku mulai sadar bahwa orang itu bukan lah mas bayu. Siapa dia? Ku dekati lagi, sampai aku tepat berdiri disebelah kirinya, dengan jarak sekitar satu meter darinya.
Aku terpaku. Tidak bisa berbicar. Mungkin kah ini mimpi? Tuhan, ini mimpi? Sadarkan aku Tuhan. Wajah, mata, senyum, dan segalanya, seperti... Bima. Apa ini benar? Ini nyata? Atau aku sedang bermimpi?
“ka nina masak apa? Zizi”
Suaranya membuat aku tersadar bahwa ini bukan lah mimpi, ini kenyataan. Astaga tuhan. Aku tidak bisa menahan perasaan bahagia ini, aku hanya bisa meneteskan air mata. Ku pandangi bima dari ujung rambut sampai ujung kakinya. Dia masih sama seperti dulu. Hanya saja, sedikit bertambah tinggi, atau dia memang tinggi? Dan, bertambah tampan.
“kamu tambah cantik ya zi” katanya sambil berdiri.
“dan tambah kecil” sambil tersenyum simpul dengan mata yang berkaca-kaca. Seperti itu wajahnya jadi semakin mirip penyanyi Greyson Chance. Dan aku benar benar membisu seribu bahasa. Aku hanya bisa menangis pelan. Bima mendekati ku, dan memeluk ku. Pelukan yang hangat. Erat. Dan bertambah erat. Aku sudah tidak bisa menahan tangisan ku lagi. Aku menangis sejadinya. Ku rasakan air mata bima menetes ke keningku. Jelas saja, aku lebih pendek darinya, aku hanya sedadanya saja.
“kamu kapan balik?” kata ku sambil melepas pelukannya. Akhirnya aku bisa mengatakan sesuatu padanya.
“aku baru pulang dari bandara zi” sambil menengok ke sebuah koper besar miliknya.
“kamu baru sampe? Kamu belum pulang kerumah? Belum ketemu orang tua mu?” ku kerutkan keningku.
“aku udah ketemu mereka kok zi. Mereka yang jemput aku di bandara. Aku ajak mereka kesini kok” bima mengalihkan pandangan ke arah dapur. Ku ikuti arah pandangannya. Betapa terkejutnya aku, disana ada papa dan mamanya bima, ka nina dan ka bayu. Ka nina terlihat meneteskan air mata, tak kuat menahan haru melihat kami berdua. Kedua orang tua bima tersenyum kearah ku. Ku pandangi lagi mata bima, meminta penjelasan untuk semua ini.
“aku ajak mereka kesini, karena aku pengen ngelamar kamu” bima berlutut dihadapanku dan membukakan sebuah kotak cincin berbentuk hati berwarna merah, berisi sebuah cincin mas perak tanpa hiasan apapun, polos.
Aku... aku tidak bisa berkata apapun. Aku terkejut dan menutup mulut ku dengan kedua tangan ku.
“zizi, kamu mau kan nikah sama aku?” tanya bima.
Aku hanya bisa mengangguk dengan tersenyum dan menangis bahagia. Bima langsung memeluk ku lagi untuk yang kedua kalinya malam itu.
“maafin aku ya zi” bisiknya sambil menangis. Sama seperti dulu, saat kita akan berpisah. Dan hal ini terulang lagi. Tapi saat ini, dia kembali.
“aku janji. Aku janji ga bakalan pergi ninggalin kamu lagi” dan dia berjanji tidak akan pergi lagi.


Creadted by : Istyqomah Indriani

Komentar

Posting Komentar

Popular

CEPU

CEPU , setau gue itu adalah nama sebuah kecamatan yang ada di kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sayangnya gue lagi ga ngomongin tentang CEPU kecamatan, tapi arti lain dari kata CEPU jaman sekarang. Gue sendiri pun ga tau pasti kepanjangan CEPU itu apa. Awalnya gue berpikir kalo CEPU itu saudara kembarnya si CUPU , jadi gue kira kepanjangannya CEPU itu CELEN PUNYA , dan disitu gue merasa bodoh banget -_- karna ternyata CEPU itu istilah bukan kepanjangan. Huft banget -_- Sebenarnya CEPU itu masih masuk kedalam golongan manusia, tapi golongan manusia ‘muka dua’ . CEPU itu artinya: orang/teman/sahabat yang mementingkan dirinya sendiri, dan melakukan berbagai macam cara agar kepopularitasannya bertambah, meskipun harus mengorbankan orang-orang terdekatnya seperti teman/sahabat. CEPU termasuk orang yang berbahaya. Sebagian orang berpendapat kalau CEPU itu harus dimusnahkan. Sebenernya gue kurang setuju, bagaimana pun juga CEPU tetap manusia punya rasa punya hati (kaya...

CABE VS TERONG

Ok sip, kali ini gue akan bahas sesuatu yang lagi jadi trend saat ini. Yaitu CABE . Pada tau ga? Pasti pada tau dong. Lagi naik daun gitu loh (iklan teh pucuk kali.. haha). Cabe yang mau gue bahas sekarang bukan cabe sembarang cabe loh. Ga cuma ‘ Hot ’ tapi juga bikin batuk kalo salah beli (hayo pikirannya yaaa -_-) hahaha. Awalnya gue ga tau soal cabe-cabean. Kalian tau ga, gue tau soal cabe-cabean dari siapa? Dari TUKANG SAYUR di pasar!! Bayangin, sebelum gue tau, itu tukang sayur udah tau duluan. Astagfirullah -_- jadi awalnya gini. Waktu itu ibu gue mau bikin sambel, kebetulan stok cabe (cabe asli loh =_=) di kulkas (nah kan, ga mungkin gue simpen cabe-cabean dikulkas ;) udah abis, jadi beliau minta tolong gue buat beli cabe dipasar. Pas gue sampe pasar, warung yang didepan udah pada tutup (karna posisinya waktu itu udah siang menjelang sore) akhirnya gue beli dibelakang pasar, di warungnya Parimin (bukan nama sebenarnya). Gue : “bang, beli cabe merah 5 ribu sama cabe ra...

Waktu Yang Akan Menjawab

Bismillahirrahmanirrahim. Waktu itu terus berjalan sepanjang waktu. Siang berganti malam, malam berganti pagi dan pagi berganti siang. Berjalan hingga membentuk sirkulasi roda kehidupan. Terkadang, kita lupa untuk bersyukur. Tatkala kita sedang bergembira atas sesuatu, pasti setidaknya kita pernah lupa bersyukur, meski tidak setiap waktu.

C.U.R.H.A.T

Harus kah gue sedih hari ini? Harus kah gue menyesal dengan semua yang terjadi hari ini? Satu lagi.. Harus kah gue galau? :'( Gue ga tau harus gimana lagi. Di bilang hari paling sial, engga juga (kayaknya setiap hari ada aja deh sialnya -_-) Apa gue harus nangis? (please, pantang nangis!) Kalo engga semua terus gue harus ngapain? kasih gue saran dong my bloooog! (blog lu itu ga bisa ngomong dodol >> 'oh iya lupa -_-') Dan sepertinya gue mulai gila dengan semua keadaan ini. Hari ini semua orang nyuekin gue. Tanpa terkecuali si doi. Dan gue bener-bener sadar kalo ada pepatah yang nancep banget dihati gue >> "Abis manis jadi sepet terus dibuang" sial emang -_- Iya gue tau gue bukan siapa siapa di mata mereka. Tapi gue lebih sadar lagi, mereka ga akan jadi siapa siapa tanpa gue hehe (harusnya semua orang yang lagi galau berpikiran seperti itu, supaya persentase orang galau di Indonesia bahkan di dunia berkurang hihi :D) Curhat? Kayaknya gue akan ...

Jodoh di Tangan Tante Mia

Assalamualaikum, selamat ( jawab sendiri ya, haha ) Tadinya gue ga jadi nge-post cerita ini, soalnya mirip sama cerita senior gue. Tapi setelah gue pikir-pikir, mirip itu ga berarti sama kan? Jadi boleh dong gue posting? haha Jadi lah akhirnya gue posting nih cerita, haha *piiiss buat abang yang tersebut #itu juga kalo ente baca wkwkwk. Ini cerita nyata yang gue alamin sendiri. Coba dibaca aja dulu ya ceritanya, jangan cuma judulnya doang yang dibaca abis itu lu pada ngacir haha :D Langsung aja yak. ~ii~ Kalo ga salah ( berarti bener ) waktu itu hari Senin, saat gue lagi asik baca buku, tiba-tiba hp gue mengeluarkan bunyi nada dering nokia tune, yang menandakan kalo ada sms masuk. Dengan cepat gue baca isi sms nya yang berbunyi "Hai indri, lagi apa?" dan dengan polos ( intinya sih bego ) nya, gue bales "Lagi belajar bege! Pake nanya lagi!" dan ga sampai semenit, itu nomer bales sms gue lagi, dan ga kalah polosnya sama gue, dia bilang "K...