Langsung ke konten utama

Dentingan Piano #1

Entah kenapa sore ini terasa berbeda dari sore-sore sebelumnya. Biasanya aku hanya menghabiskan waktu duduk di beranda apartemen sambil memandang langit sore hingga matahari terbenam, ditemani secangkir teh hijau kesukaan ku dan sedikit camilan. Aku tinggal bersama kakak perempuan ku di jakarta, disebuah apartemen di daerah jakarta pusat sejak aku SMA kelas 1. Saat ini aku bekerja sebagai penulis novel, dan lebih sering menghabiskan waktu dirumah. Dan begitulah kegiatan ku setiap sore. Tapi hari ini berbeda. Tidak biasanya aku ingin memainkan piano itu lagi, setidaknya sejak 5 tahun yang lalu saat umurku masih 17 tahun. Ku duduki bangku yang ada di depan piano, dan ku beranikan diri menyentuh tuts piano satu persatu. Do-Re-Mi-Fa-Sol... Ku hentikan menekan nada selanjutnya. Teringat kembali kejadian beberapa tahun silam. Masih terekam jelas di ingatan ku akan hal itu, kehilangan seseorang yang berharga untuk ku kala itu.......

Sore itu aku sedang berusaha menghafal lagu yang diberikan guru les ku. Dan ini sudah 2 minggu sejak ia menyuruh ku menghafalnya, tapi aku masih belum bisa hafal. Sesuatu yang tidak biasa, mengingat  ayah dan ibu ku bukan lah seorang musisi hebat dan mengharuskan aku bisa bermain piano. Aku les piano karena itu keinginan ku sendiri. Aku merasakan kedamaian ketika mendengar dentingan piano, mengalun lembut hingga membuat hati ini teduh. Jadi sebenarnya aku les hanya karena ingin sekedar bisa memainkan sebuah lagu dengan piano. Secara logika, seharusnya aku tidak perlu melanjutkan les piano lagi, toh.. kan aku sudah bisa. Tapi, ada seseorang di tempat les ini yang tak bisa aku tinggalkan.
“kamu udah bisa mainin lagu ini?” tanya bima sambil mengelus kepala ku
“belum, susah banget” kata ku dengan nada sedih.
“semangat ya, aku udah bisa loh” sahutnya  sambil tersenyum menggoda.
“ih, kamu kan wajar harus bisa bim, kalo aku kan sekedar pengen bisa main aja” kata ku agak jutek. Saat itu juga wajah bima langsung terlihat murung. Aku yang sadar akan bicara ku yang salah, buru-buru meminta maaf.

“maaf ya, aku ga bermaksud nyindir kamu kok, serius deh. Tapi aku bingung, kenapa sih kamu pengen banget aku bisa mainin lagu ini?”
Bima menatap mata ku dalam sekali, sampai aku tidak tahan dan menundukkan kepala,  aku bingung dengan sikapnya belakangan ini. Tapi ku beranikan diri menatapnya lagi. Dan betapa terkejutnya aku, mata bima berkaca-kaca, dan kemudian air matanya menetes.
“bima kamu kenapa? Aku bikin kamu marah ya? Maaf ya” kata ku bingung.
“selesai SMA aku mau lanjut kuliah di Paris.” Katanya pelan. Aku hanya bisa diam membisu mendengar ucapannya.
“kamu tau kenapa aku pengen banget kamu hafal lagu ini?”
Aku hanya bisa menggeleng lemah.
“lagu ini menggambarkan hubungan kita saat aku pergi ke paris nanti. Aku pengen kamu mainin lagu ini supaya kamu inget terus sama aku. Dan aku pengen kamu nungguin aku pulang” katanya sambil menahan tangisannya. Tanpa terasa, air mata ku pun ikut menetes.
“kamu kenapa baru bilang sekarang? Kenapa mendadak banget?”
“aku.. aku takut kamu marah sama aku. Aku takut kamu ninggalin aku. Ini semua juga bukan maunya aku. Mama aku yang nyuruh. Dia pengen aku jadi pianis hebat. Aku ga mau bikin dia sedih. Aku ga lama kok, aku cuma 5 tahun disana. Nanti aku balik lagi. Kamu tungguin aku ya” kata bima sambil memeluk ku. Dipeluknya membuat mataku semakin basah dan hati ini semakin perih. Cukup lama bima memelukku. Dan sampai akhirnya, hari itu adalah hari terakhir kami bertemu. Setelah pengumuman kelulusan, bima langsung berangkat ke paris, dan dia sempat mengirimiku sebuah pesan singkat yang isinya menyuruh ku untuk bersabar dan menunggunya pulang......

“kamu ngapain? Kok diem aja disitu?” suara kak nina membuat aku kembali kedunia nyata, meninggalkan memori penuh luka itu. Tak terasa pipi ini basah karena air mataku, yang entah sejak kapan menetesnya.
“tadinya aku mau main piano, tapi ga jadi”
“kenapa? Masih inget yang dulu?”
Aku diam tidak menjawab.
“kamu udah gede zi. Udah 22 tahun. udah saatnya kamu mikirin masa depan kamu. kalo kamu terus terusan liat kebelakang, kemasa lalu kamu, kapan kamu majunya?”
Aku terisak mendengar kata-kata ka nina. Ku peluk ka nina erat erat.
“jangan nangis lagi. Aku ga mau punya adik cengeng. Tenang aja, kalo kalian jodoh pasti bakal ketemu lagi kok. Ini tahun kelima, dia janji kan mau pulang? Tapi kalo setelah tahun ini dia belum menampakkan dirinya didepan kamu, kamu harus janji sama kakak, kamu bakal cari penggantinya. Dan kamu harus mainin piano ini lagi”
Kulepaskan pelukan ku, dan ku pandangi ka nina.
“kenapa? Ada yang salah sama ucapan ku? Ayo, mau janji ga?” katanya dengan nada yang agak memaksa. Aku hanya bisa tersenyum sambil menangis dan mengangguk pertanda bahwa aku menyetujui perjanjian itu.
“tapi kenapa kakak mau aku mainin piano ini lagi?” kata ku penasaran.

“karena dulu aku ngelesin kamu pake uang bukan pake daun. Jadi sayang kan, percuma kalo kamu udah les tapi ga mainin pianonya” katanya mencairkan suasana sambil memasang tampang cemberut memonyongkan bibirnya, membuat aku tidak bisa menahan tawa. Dan hari ini pun aku tidur dengan perasaan yang agak sedikit lega.

Komentar

Popular

CEPU

CEPU , setau gue itu adalah nama sebuah kecamatan yang ada di kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sayangnya gue lagi ga ngomongin tentang CEPU kecamatan, tapi arti lain dari kata CEPU jaman sekarang. Gue sendiri pun ga tau pasti kepanjangan CEPU itu apa. Awalnya gue berpikir kalo CEPU itu saudara kembarnya si CUPU , jadi gue kira kepanjangannya CEPU itu CELEN PUNYA , dan disitu gue merasa bodoh banget -_- karna ternyata CEPU itu istilah bukan kepanjangan. Huft banget -_- Sebenarnya CEPU itu masih masuk kedalam golongan manusia, tapi golongan manusia ‘muka dua’ . CEPU itu artinya: orang/teman/sahabat yang mementingkan dirinya sendiri, dan melakukan berbagai macam cara agar kepopularitasannya bertambah, meskipun harus mengorbankan orang-orang terdekatnya seperti teman/sahabat. CEPU termasuk orang yang berbahaya. Sebagian orang berpendapat kalau CEPU itu harus dimusnahkan. Sebenernya gue kurang setuju, bagaimana pun juga CEPU tetap manusia punya rasa punya hati (kaya...

CABE VS TERONG

Ok sip, kali ini gue akan bahas sesuatu yang lagi jadi trend saat ini. Yaitu CABE . Pada tau ga? Pasti pada tau dong. Lagi naik daun gitu loh (iklan teh pucuk kali.. haha). Cabe yang mau gue bahas sekarang bukan cabe sembarang cabe loh. Ga cuma ‘ Hot ’ tapi juga bikin batuk kalo salah beli (hayo pikirannya yaaa -_-) hahaha. Awalnya gue ga tau soal cabe-cabean. Kalian tau ga, gue tau soal cabe-cabean dari siapa? Dari TUKANG SAYUR di pasar!! Bayangin, sebelum gue tau, itu tukang sayur udah tau duluan. Astagfirullah -_- jadi awalnya gini. Waktu itu ibu gue mau bikin sambel, kebetulan stok cabe (cabe asli loh =_=) di kulkas (nah kan, ga mungkin gue simpen cabe-cabean dikulkas ;) udah abis, jadi beliau minta tolong gue buat beli cabe dipasar. Pas gue sampe pasar, warung yang didepan udah pada tutup (karna posisinya waktu itu udah siang menjelang sore) akhirnya gue beli dibelakang pasar, di warungnya Parimin (bukan nama sebenarnya). Gue : “bang, beli cabe merah 5 ribu sama cabe ra...

Waktu Yang Akan Menjawab

Bismillahirrahmanirrahim. Waktu itu terus berjalan sepanjang waktu. Siang berganti malam, malam berganti pagi dan pagi berganti siang. Berjalan hingga membentuk sirkulasi roda kehidupan. Terkadang, kita lupa untuk bersyukur. Tatkala kita sedang bergembira atas sesuatu, pasti setidaknya kita pernah lupa bersyukur, meski tidak setiap waktu.

C.U.R.H.A.T

Harus kah gue sedih hari ini? Harus kah gue menyesal dengan semua yang terjadi hari ini? Satu lagi.. Harus kah gue galau? :'( Gue ga tau harus gimana lagi. Di bilang hari paling sial, engga juga (kayaknya setiap hari ada aja deh sialnya -_-) Apa gue harus nangis? (please, pantang nangis!) Kalo engga semua terus gue harus ngapain? kasih gue saran dong my bloooog! (blog lu itu ga bisa ngomong dodol >> 'oh iya lupa -_-') Dan sepertinya gue mulai gila dengan semua keadaan ini. Hari ini semua orang nyuekin gue. Tanpa terkecuali si doi. Dan gue bener-bener sadar kalo ada pepatah yang nancep banget dihati gue >> "Abis manis jadi sepet terus dibuang" sial emang -_- Iya gue tau gue bukan siapa siapa di mata mereka. Tapi gue lebih sadar lagi, mereka ga akan jadi siapa siapa tanpa gue hehe (harusnya semua orang yang lagi galau berpikiran seperti itu, supaya persentase orang galau di Indonesia bahkan di dunia berkurang hihi :D) Curhat? Kayaknya gue akan ...

Jodoh di Tangan Tante Mia

Assalamualaikum, selamat ( jawab sendiri ya, haha ) Tadinya gue ga jadi nge-post cerita ini, soalnya mirip sama cerita senior gue. Tapi setelah gue pikir-pikir, mirip itu ga berarti sama kan? Jadi boleh dong gue posting? haha Jadi lah akhirnya gue posting nih cerita, haha *piiiss buat abang yang tersebut #itu juga kalo ente baca wkwkwk. Ini cerita nyata yang gue alamin sendiri. Coba dibaca aja dulu ya ceritanya, jangan cuma judulnya doang yang dibaca abis itu lu pada ngacir haha :D Langsung aja yak. ~ii~ Kalo ga salah ( berarti bener ) waktu itu hari Senin, saat gue lagi asik baca buku, tiba-tiba hp gue mengeluarkan bunyi nada dering nokia tune, yang menandakan kalo ada sms masuk. Dengan cepat gue baca isi sms nya yang berbunyi "Hai indri, lagi apa?" dan dengan polos ( intinya sih bego ) nya, gue bales "Lagi belajar bege! Pake nanya lagi!" dan ga sampai semenit, itu nomer bales sms gue lagi, dan ga kalah polosnya sama gue, dia bilang "K...