Langsung ke konten utama

Siluet Semu #1

Inspirasi ini tiba-tiba aja muncul setelah gue chattingan sama seseorang yang membuat logika gue tentang 'love is not blind' buyar dan hancur begitu aja. dan jadilah sebuah cerita
Ini bagian pertama, dan gue ga tau kapan bisa lanjutin dan sampai berapa banyak bagiannya, tergantung otak dan mood gue, hehehe :P
Ga usah lama-lama prolognya, langsung dibaca aja ceritanya.
Tapi bacanya jangan setengah-setengah juga, gue capek tau ngerangkai kata-katanya =_= hahaha :P
Nikmatin aja ceritanya dengan cara membaca lo masing-masing o:)

~ii~

Hari ini hari Senin. Yap, adalah hari yang paling melelahkan untukku, tapi bukan lelah dalam arti yang berhubungan dengan fisik, tetapi lebih kepada lelah tekanan batin. Karena hari ini, adalah hari dimana aku melihat ‘dia’ dan kekasihnya selalu bersama-sama sepanjang waktu di kampus (mungkin diluar kampus pun demikian ?), di pendopo, di kantin, bahkan di koridor, mereka selalu bersama. Tidak sadar kah mereka bahwa di depan mereka ada yang cemburu melihat tingkah laku mereka yang seperti itu?

‘dia’ adalah seorang pria tulen, dan aku menyukainya. Kami satu kampus, satu fakultas, bahkan kami satu jurusan. Tapi, ada yang membuat kami beda, kami tidak satu angkatan beda 2 tahun, dan ‘dia’ punya pacar sedangkan aku tidak, dan yang jelas, jenis kelamin kami (terang saja, dia pria dan aku wanita -_-). Itu adalah takdir yang tak bisa ku ubah hingga saat ini. Kami begitu dekat, tapi aku terlalu jauh untuk bisa menyentuh dan masuk ke dasar hatinya yang paling dalam.

Entah mengapa perasaan ini hadir begitu saja sejak aku melihatnya melakukan aksi demo di depan gedung rektorat bersama-sama dengan temannya disaat aku baru 3 hari menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Saat itu ku lihat ada perbedaan di antara ‘dia’ dengan orang-orang yang ada di sekelilingnya. ‘dia’ seperti….. memiliki medan magnet dengan gravitasinya sendiri. Aku tidak tahu, apakah semua orang juga merasakan hal yang sama dengan ku, atau mungkin hanya aku saja yang merasakannya.

‘dia’ tidak tampan, tidak manis, tapi ‘dia’ itu….. menarik. Kenapa aku sebut ‘dia’ menarik? Tentu saja, untuk model orang sepertiku yang menurut pendapat teman-temanku ‘cuek’, aku kurang memperhatikan orang-orang di sekitarku, terutama pada mahluk yang bernama pria. Karena dulu kupikir, tujuanku adalah kuliah, bukan untuk bersenang-senang. Tapi semua itu berubah ketika aku menemukan keluarga baruku disini, yaitu teman-temanku saat ini, dan… ‘dia’.


Kupikir saat itu aku hanya merasa kagum padanya. Tapi yang membuatku bingung, mengapa perasaan ini bertahan lama hingga 5 bulan aku menyandang status sebagai mahasiswa disini? Itu yang membuat aku yakin, bahwa aku tidak sekedar kagum padanya. Tanpa ku sadari, perlahan-lahan rasa kagum ini berubah menjadi perasaan yang sulit diungkapkan serta menyesakkan dada. Karena perasaan ini sudah lebih dari sekedar suka, sungguh membuat dada ini sesak, hingga butiran air mata ini keluar ketika aku ingat kalau ‘dia’ sudah memiliki kekasih.

Terlalu asiknya bicara soal ‘dia’, sampai aku lupa memperkenalkan diriku. Hai, aku Riana Saputri Dewi Kuncoro, sebut saja aku Riana, atau bisa lebih diperpendek lagi jadi Nana. Dan aku lebih nyaman dengan panggilan Nana. Aku kuliah di Universitas Mandiri Nasional, fakultas ekonomi, jurusan akutansi.

Biasanya di hari yang melelahkan ini, aku bisa menghabiskan 5 gelas es nutrisari kesukaanku, setelah aku melihat ‘dia’ dan pacarnya lewat di depan ku atau ada di depan ku. aku sendiri bingung dengan tingkahku yang satu ini. Di hari lain selain hari Senin, aku hanya minum 1 sampai 2 gelas saja, bahkan terkadang tidak minum es sama sekali. Mungkin ini efek dari hati ku yang terbakar cemburu? Mungkin.

Bicara soal hari yang paling melelahkan, tentu saja pasti ada hari yang paling menyenangkan untukku. Yaitu hari Kamis. Karena di hari ini ‘dia’ dan kekasihnya sedang tidak bersama-sama, aku bisa lebih dekat dengan ‘dia’. Aku bisa ngobrol, bercanda, dan pergi ke kantin dengannya, meskipun semua itu tidak kami lakukan berdua, melainkan bersama teman-temanku dan teman-temannya juga, semua itu tetap menyenangkan untukku. Tapi, tetap saja, aku terlalu jauh untuk bisa masuk dan menyentuh dasar hatinya.

Di hari selain hari Senin dan Kamis, ‘dia’ dan kekasihnya hanya sesekali bertemu, karena jadwal kuliah mereka yang sama-sama padatnya. Yang aku tahu, ‘dia’ dan kekasihnya berbeda jurusan, tapi masih satu fakultas dengan kami. Ku dengar dari teman-temanku, hari Senin kekasihnya tidak ada jadwal kuliah jadi ia menyatroni gedung kuliah kami. Maka dari itu, setiap hari Senin ‘dia’ dan kekasihnya bisa bersama sepanjang hari.

Entah sampai kapan aku harus memendam perasaan yang dalam ini sendiri, sebenarnya aku pun lelah dengan keadaan seperti ini, aku ingin kehidupan ku yang normal kembali. Tapi, manusia memang hanya bisa merencanakan, tetap Tuhan yang berkehendak. Disaat aku lelah, selalu saja ada momen yang membuat perasaan ini justru bertambah dalam dan berharap. Aku percaya bahwa harapan itu bisa menjadi kenyataan. Tapi untukku saat ini, harapan itu seperti siluet hitam yang semu.
'dan harapan itu jauh diantara bumi dan langit…'


~bersambung... :)~

Komentar

Popular

CEPU

CEPU , setau gue itu adalah nama sebuah kecamatan yang ada di kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sayangnya gue lagi ga ngomongin tentang CEPU kecamatan, tapi arti lain dari kata CEPU jaman sekarang. Gue sendiri pun ga tau pasti kepanjangan CEPU itu apa. Awalnya gue berpikir kalo CEPU itu saudara kembarnya si CUPU , jadi gue kira kepanjangannya CEPU itu CELEN PUNYA , dan disitu gue merasa bodoh banget -_- karna ternyata CEPU itu istilah bukan kepanjangan. Huft banget -_- Sebenarnya CEPU itu masih masuk kedalam golongan manusia, tapi golongan manusia ‘muka dua’ . CEPU itu artinya: orang/teman/sahabat yang mementingkan dirinya sendiri, dan melakukan berbagai macam cara agar kepopularitasannya bertambah, meskipun harus mengorbankan orang-orang terdekatnya seperti teman/sahabat. CEPU termasuk orang yang berbahaya. Sebagian orang berpendapat kalau CEPU itu harus dimusnahkan. Sebenernya gue kurang setuju, bagaimana pun juga CEPU tetap manusia punya rasa punya hati (kaya...

CABE VS TERONG

Ok sip, kali ini gue akan bahas sesuatu yang lagi jadi trend saat ini. Yaitu CABE . Pada tau ga? Pasti pada tau dong. Lagi naik daun gitu loh (iklan teh pucuk kali.. haha). Cabe yang mau gue bahas sekarang bukan cabe sembarang cabe loh. Ga cuma ‘ Hot ’ tapi juga bikin batuk kalo salah beli (hayo pikirannya yaaa -_-) hahaha. Awalnya gue ga tau soal cabe-cabean. Kalian tau ga, gue tau soal cabe-cabean dari siapa? Dari TUKANG SAYUR di pasar!! Bayangin, sebelum gue tau, itu tukang sayur udah tau duluan. Astagfirullah -_- jadi awalnya gini. Waktu itu ibu gue mau bikin sambel, kebetulan stok cabe (cabe asli loh =_=) di kulkas (nah kan, ga mungkin gue simpen cabe-cabean dikulkas ;) udah abis, jadi beliau minta tolong gue buat beli cabe dipasar. Pas gue sampe pasar, warung yang didepan udah pada tutup (karna posisinya waktu itu udah siang menjelang sore) akhirnya gue beli dibelakang pasar, di warungnya Parimin (bukan nama sebenarnya). Gue : “bang, beli cabe merah 5 ribu sama cabe ra...

Waktu Yang Akan Menjawab

Bismillahirrahmanirrahim. Waktu itu terus berjalan sepanjang waktu. Siang berganti malam, malam berganti pagi dan pagi berganti siang. Berjalan hingga membentuk sirkulasi roda kehidupan. Terkadang, kita lupa untuk bersyukur. Tatkala kita sedang bergembira atas sesuatu, pasti setidaknya kita pernah lupa bersyukur, meski tidak setiap waktu.

C.U.R.H.A.T

Harus kah gue sedih hari ini? Harus kah gue menyesal dengan semua yang terjadi hari ini? Satu lagi.. Harus kah gue galau? :'( Gue ga tau harus gimana lagi. Di bilang hari paling sial, engga juga (kayaknya setiap hari ada aja deh sialnya -_-) Apa gue harus nangis? (please, pantang nangis!) Kalo engga semua terus gue harus ngapain? kasih gue saran dong my bloooog! (blog lu itu ga bisa ngomong dodol >> 'oh iya lupa -_-') Dan sepertinya gue mulai gila dengan semua keadaan ini. Hari ini semua orang nyuekin gue. Tanpa terkecuali si doi. Dan gue bener-bener sadar kalo ada pepatah yang nancep banget dihati gue >> "Abis manis jadi sepet terus dibuang" sial emang -_- Iya gue tau gue bukan siapa siapa di mata mereka. Tapi gue lebih sadar lagi, mereka ga akan jadi siapa siapa tanpa gue hehe (harusnya semua orang yang lagi galau berpikiran seperti itu, supaya persentase orang galau di Indonesia bahkan di dunia berkurang hihi :D) Curhat? Kayaknya gue akan ...

Jodoh di Tangan Tante Mia

Assalamualaikum, selamat ( jawab sendiri ya, haha ) Tadinya gue ga jadi nge-post cerita ini, soalnya mirip sama cerita senior gue. Tapi setelah gue pikir-pikir, mirip itu ga berarti sama kan? Jadi boleh dong gue posting? haha Jadi lah akhirnya gue posting nih cerita, haha *piiiss buat abang yang tersebut #itu juga kalo ente baca wkwkwk. Ini cerita nyata yang gue alamin sendiri. Coba dibaca aja dulu ya ceritanya, jangan cuma judulnya doang yang dibaca abis itu lu pada ngacir haha :D Langsung aja yak. ~ii~ Kalo ga salah ( berarti bener ) waktu itu hari Senin, saat gue lagi asik baca buku, tiba-tiba hp gue mengeluarkan bunyi nada dering nokia tune, yang menandakan kalo ada sms masuk. Dengan cepat gue baca isi sms nya yang berbunyi "Hai indri, lagi apa?" dan dengan polos ( intinya sih bego ) nya, gue bales "Lagi belajar bege! Pake nanya lagi!" dan ga sampai semenit, itu nomer bales sms gue lagi, dan ga kalah polosnya sama gue, dia bilang "K...